hanya berkata tapi tidak berbicara

it's not a story teller, it's a good listener

Trip to Europe (Paris)

leave a comment »

Diawali dari tindakan (nekat) istri saya yang akhirnya membeli tiket promo Qatar Airways, kami sekeluarga memberanikan diri jalan-jalan ke Eropa tanpa adanya bantuan travel atau guide semacamnya. Banyak yang harus dipikir dong tentunya, dari mulai nyusun itin, prepare Visa, budgeting, fisik dan juga mental. Kenapa mental itu penting, karena menurut saya capek fisik obatnya ya tidur, tapi klo capek pikiran, tidur aja ga bakalan bisa. Kita harus prepare gimana transportasi disana gimana, naek apa yang terdekat dan termurah terlebih lagi kami berangkat bersama anak umur dua setengah tahun yang bawaannya selalu pengen jalan dan menguasai dunia.

TIket yang kami beli di bulan September, sedangkan kami berangkat April tahun depannya lagi. TIket kami adalah KL-Paris dan pulang dari Turki – KL sepanjang 16 hari artinya kita harus isi diantara Paris hingga Turki mau kemana aja. Akhirnya jatuhlah pilhan kami pada Paris-Brussel-Amsterdam-Istanbul. Kenapa cuman 4 negara aja? Prinsip saya karena ini tanpa travel/guide artinya saya bisa bebas ngatur jadwal saya mau kemana saja sampai puas dan makin banyak negara, costnya pasti akan membengkak. Terkadang kalo pake travel, Negara yang dikunjungi memang banyak, tapi spend waktunya paling cuman semalem atau dua malam langsung pindah Negara/kota. Disitu bakal capek mengingat kami bawa anak (plus Strollernya) dan calon anak. Ya bener sekali, pada saat mau berangkat, istri saya positif hamil dua bulan, wohooo!! Berikut ini itin saya selama di Eropa.

iteneri.png

Itin selesai dibuat, akhirnya tiba waktu untuk prepare visa. Karena kami pertama landingnya di Paris, artinya kami harus bikin Visa Schengen di TLS Contact yang kantornya ada di Menara Anugerah, Kuningan. Enaknya tanpa travel agent (dan karena saya orangnya detail juga), saya jadi tahu semua proses pengurusan visa Schengen dari mulai prepare dokumen, ngantri, sampe bayarnya berapa. Prosesnya menurut saya sangat mudah, bisa dicek semuanya di web progresnya dan visa kami sudah keluar dalam waktu lima hari saja.

Prepare yang pertama adalah mencari tahu segala macam apa yang ada di tiap Negara yang akan kami kunjungi. Dari mulai peta, suhu udara, landmark, hingga transportasinya. Bulan April kebetulan masih musim Semi yang artinya suhunya masih antara lima sampai dengan belasan derajat celcius, jadi stok jaket, syal, dan sarung tangan jangan sampai ketinggalan.

Kuala Lumpur – Doha – Paris

Kuala Lumpur selalu banyak menjadi destinasi transit, karena itu banyak tiket yang murah dari sini. KL ke Doha kami tempuh 7 jam, dan Doha – Paris sekitar 5 jam jadi total 12 jam!

Sampenya di KL palingan cuman numpang makan siang sama sholat di bandara, habis itu langsung cus naik Qatar Airways. Saya tipe orang yang males transit lama2 di bandara jadi saya pesen tiket yang mendekati keberangkatan kami ke Doha.

Sesampainya di Doha, aji gile ni bandara gede banget dan waktu itu sekitar jam 2 pagi kami sampai, ga sempet ngapa2in juga karena langsung transit dan lanjut tidur di pesawat.

img-20170418-wa0017-e1515568447968.jpg

First Time naek Qatar Airways

Dan Akhirnya kami menginjakan tanah Paris di jam 7 pagi. Udaranya dingin banget, tapi sudah mulai padat di Paris Charles de Gaulle Airport. Bandaranya terintegrasi dengan baik dengan moda kereta dan juga bus di lantai paling bawah dan untungnya staf bandara di sana bisa bahasa Inggris. Hotel kami di Paris yaitu Reseda Hotel sengaja kami pilih yang dekat dengan subway (Metro) dan mudah diakses dari bandara dengan Bus. Bayangin aja bawa koper2 sama stroler kan lumayan klo pake taksi. Dan hotel ini jadi nilai plus karena ada Supermarket gede persis di sebelahnya.

112265325.jpg

Reseda Hotel

3-1200x900.jpg

Setelah check in hotel beres langsung kami ke kamar untuk makan siang yang kebetulan kita bawa dari indonesia yaitu Rendang!! Karena jiwa kami masi tertinggal di jakarta maka tak lupa kami membawa rice cooker kecil yang bisa buat makan bertiga eh berempat deh.

Kebetulan di Paris kami masih ada teman yang bersekolah disana jadi bisa sightseeing dengan riang tanpa harus bingung mau ngapain. Setelah membeli tiket Metro (Subwaynya Paris) tujuan pertama kami adalah ke Notre-Dame Cathedral. Kesan pertama masuk Paris tuh kayak pake kacamata warna Abu-abu, klasik2 gimana gitu bangunannya, klasik tapi terawat dan juga bersih.

IMG-20170406-WA0000.jpg

IMG-20170406-WA0008.jpg

IMG-20170406-WA0007.jpg

Lanjut kita maen ke area Musee du Louvre alias Museum Louvre. Kami ke sini bareng temen kami yakni Kak Didin dan Kak Andi yang (kebetulan) jadi mahasiswa di Paris. Kami lewat akses bawah dari museum Louvre yang ternyata adalah sebuah mall. Di daerah sekitar museum sana banyak orang2 negro paris yang jualan dan lucunya mereka liat kita dan menawarkan barang2nya dengan bahasa Indonesia.

IMG-20170406-WA0014.jpg

Dari Louvre kita lanjut ke The Avenue des Champs-Élysées alias tempat belanjanya Paris yang terkenal sepanjang jalan itu mirip2 orchard road-nya Singapur gitulah. Jalan ini terhubung langsung dengan Arc de Triomphe atau Tugu Kemenangannya si Napoleon. Banyak orang yang foto di tempat ini bahkan bisa foto di tengah jalan.

IMG-20170418-WA0014.jpg

Lanjut kita ke agak jauh dari Champs-Élysées yaitu maen ke Sacré-Cœur Basilica. Disini kita bisa lihat pemandangan kota paris dari atas.

18382361_1293766930741218_4245005569238237184_n.jpg

Tak terasa hari sudah sore tapi karena dia baru gelapnya sekitar jam 8an, kita lanjut lagi ke Eiffel Tower. Menurut saya sih Menara ini sangat fotogenik sekali, artinya pas udah sampe sana ternyata ya biasa aja, kayak liat bangunan sutet tinggi gitu. Meski begitu tetep harus kudu mandatori foto di Eiffel.

IMG-20170405-WA0005.jpg

IMG-20170509-WA0000.jpg

Biar eksis gitu…

Hari Kedua

Hari Kedua di paris kita taro waktu untuk belanja-belanja. Kenapa di hari ke dua, karena duit masih ada cuy! Hahaha dan kali ini kita bergegas ke La Valle Village. La Valle Village ini surganya buat belanja dan diskon dan tempatnya searah dengan ke Disneyland. Nah, di stasiun ke arah La Valle Village ini kita harus hati-hati karena banyak copetnya and guess what, copetnya banyakan anak2 yang sok2an nanya jalan, kampret bener yak.

WhatsApp Image 2018-01-16 at 15.54.39.jpeg

Lagi2 tak terasa jalan terus sampe sore dan kebetulan setelah dari La Valle Village kita sempatkan untuk maen di stadion kebanggaan Paris Saint German di Paris.

IMG-20170407-WA0002.jpg

Jersey PSGnya grade ori kok ini, bawa dari indo 🙂

Hari Ketiga

Kita lanjut yang ditunggu2 sama Juna yaitu DISNEYLAND!!!! Untuk tiket Disneyland memang sudah saya beli jauh2 hari di websitenya karena kalo beli disana antriannya puanjang banget kayak antrian anek haji.

Disneyland Paris ini yang katanya salah satu Disneyland terindah di dunia punya dua Theme Park, yaitu Disneyland Park dan Walt Disney Studios Park. Kita memilih Disneyland Park yang temanya lebih old school original gitu (wahananya juga lebih friendly) dan ada paradenya sedangkan untuk Walt Disney Studios Park yang bertema karakter disney lebih terkini (Cars, Toy Story, dll) kita tinggalkan karena ga sempet juga buat kesitu.

Saran saya kalo mau naik wahana2nya bisa dicek dulu di webnya jadi biar ga bingung nanti mau naik apa aja karena disamping wahananya dan antriannya yang banyak dan panjang juga pertimbangan kita bawa stroler buat bawa bocah.

DSCF2258.JPG

IMG-20170408-WA0001.jpg

udah kayak mimpi bisa kesini

DSCF2235.JPG

salah satu Disneyland terindah di Dunia katanya

Disneyland ini padahal wahananya banyak tapi tetep aja rame semua! Udaranya klo siang juga enak agak hangat dan itulah yang membuat Juna akhirnya tertidur. Untungnya Juna ga rewel sama sekali sepanjang perjalanan.

Semoga suatu saat nanti bisa balik lagi kesini 🙂

 

Advertisements

Written by sabdaberkata

January 16, 2018 at 4:03 PM

Posted in Uncategorized

Juna

with 3 comments

Ada yang bilang bahwa seorang laki-laki diberikan surga di dunia lewat istri dan anaknya. Ada yang bilang juga bahwa seorang laki-laki telah melengkapi kehidupannya dengan menjadi seorang ayah.

Saat itu hari sabtu malam, calon ayah itu mengantar calon ibu ke rumah sakit dengan hati yang cemas. Mengumpulkan baju-baju yang amat kecil, bedong, mempersiapkan administrasi dan tak lupa membawa doa. Sesampailah dia di rumah sakit, entah mengapa untuk parkir mobil yang sudah jutaan kali dibawanya ini menjadi susah dan lama, grogi nampaknya. calon ibu itu bergegas menuju kamarnya, kamar yang cukup besar walau tak cukup besar menampung semua kegelisahan dan kekhawatiran ini.

Sang calon ibu dan calon ayah kemudian tidur bersama di atas 1 kasur, berpikiran dan merawang, mungkin ini kali terakhir mereka akan tidur berdua saja, besok sudah ada makhluk mungil yang akan terselip diantara kehidupan mereka berdua. membayangkannya saja mereka sudah senang bukan kepalang.

Pagi jam 07.00, dengan bauntuan kursi roda si calon ibu itu masuk ruang operasi yang tidak jauh dari kamarnya. Sang calon ayah hanya bisa menunggu dari luar tanpa ada jendela untuk mengintip kedalam tanpa ada kunci untuk membuka pintu ruang operasi secepatnya.

16 November 07.28 minggu pagi si calon ayah telah menjadi ayah…

Dibukanya pintu operasi itu dan dokter memanggil si ayah. Oh ternyata kamu sudah ada disini. Ditempat kamu seharusnya berada, di tengah ayah dan mommy. Kamu meraung-raung dan ayah juga meraung, meraung kegirangan. Kakimu kecil sekali, tapi ayah berharap kamu bisa melangkah lebih besar, tanganmu kecil sekali tapi mommy berharap selau bisa mengandengnya dengan erat kemanapun juga. Adzan segera dikumandangkan di telingamu tapi suara ini tidak bisa keluar dengan lantang karena bercampur dengan haru dan tangis bahagia, sungguh sudah lama ayah tidak sesendu ini

Pangeran kecil itu bernama Keenan Arjuna Wijaya. Ayah dan mommy berharap kamu menjadi anak yang tampan, berpikiran tajam dan selalu dinaungi kemenangan.

Sebentar lagi umurmu akan satu bulan, lalu 2 bulan, lalu setahun, 5 tahun, 10 tahun, 20 tahun, dan akhirnya nanti akan menjadi seperti Ayah, kamu akan menjalani hari-hari sekarang dengan bahagia dan semoga selalu bahagia. Meski ayah dan mommy belum tahu kalau kamu mau jadi apa, yang penting kamu bisa membuat kami bahagia.

Kami tau, kalau kamu adalah amanah. Dari awalnya hanya ada berdua ayah dan mommy sampai nanti kembali lagi hanya tinggal ayah dan mommy. Doakan kami berdua ya nak agar bisa selalu membesarkan dengan penuh harapan dan kasih sayang, doakan kami ya nak agar kami selalu sehat dan bisa memberimu segala yang berkecukupan.

juna

Sayangmu selalu dari ayah dan mommy

Written by sabdaberkata

December 10, 2014 at 3:23 PM

Posted in Uncategorized

Iron Lady

leave a comment »

Sudah lama juga kita tidak jumpa

Banyak hal yang berubah, dalam hampir 2 tahun belakangan ini. Ada yang baru dan ada yang hilang, ada yang tumbuh, ada yang gugur.

Ada yang bilang dunia ini sebenarnya adalah kosong, apabila 1 muncul baru maka 1 akan dihilangkan. Saya muncul sebagai pria yang sudah beristri yang cantik jelita dan sisanya akan terus menjadi sejarah kebahagiaan. Namun kurang lebih sebulan dari itu kami ditinggalkan oleh seseorang yang sejak saya pipis dicelana hingga saya mengucapkan ijab qabul di mesjid dia selalu ada. Tapi sekarang sudah gugur menuju kehidupan yang lebih indah disana.

Saya ingat waktu kecil dia selalu ada di saat mama dan papa pergi bekerja berusaha mencari uang untuk membelikan mainan untuk saya, ssaya ingat dia yang selalu rajin menemani menonton tayangan sepakbola walau dia tidak tahu siapa tim yang bertanding dan saya ingat persis bagaimana saya setelah bermain layangan, benang layangan saya kusut bukan kepalang  dan dengan ajaibnya benang itu sudah dia luruskan kembali seperti sedia kala.

Dia mengajarkan saya banyak kesabaran.

Dia tidak pernah mengeluh bahwa dia sakit, bahkan sesaat mengantarkan eyang kakung pergi mendahului untuk selamanya, dia hanya duduk terdiam dan menyakini bahwa kekasih jiwanya yang telah mendampinginya sampai akhir hayatnya akan tenang di sana. Bahkan sempat dalam waktu yang cukup lama dia memberanikan diri untuk tinggal sendirian di rumahnya sampai suatu ketika seorang tetangga mengedor pintu rumah kami dan memberitahu bawah dia sedang sakit. Saya berlari. Di hadapan saya dia duduk di depan gerbang, hanya duduk tidak masuk. Dikatakannya badannya lemas. Saya gendong dia seperti permaisuri dan saya sadari beratnya mungkin hanya setengah dari berat saya.

Banyak angan dan kenangan yang timbul, dan banyak cerita yang bisa di tawarkan, namun yang saya tahu dia salah satu wanita yang tidak pernah ingin merepotkan banyak orang, seseorang yang saya kagumi untuk jangka waktu yang lama.

Selamat jalan eyang putri, mungkin tidak ada lagi orang yang bisa saya salami sebelum berangkat kerja namun saya ingat ucapan terakhirmu sebelum engkau dirawat,  “hati-hati ya da, dan semoga selalu sukses”

🙂 

Written by sabdaberkata

November 23, 2013 at 11:54 AM

Posted in Uncategorized

20.11.2011

leave a comment »

Beribu-ribu penjelasan kadang tidak bisa membuat nalar manusia menerima, karena manusia juga punya hati. Apapun itu yang terjadi terima saja, meskipun kadang kita tidak bisa menerima.

Sedih juga bukan masalah, bahkan tidak ada kata yang lebih tepat jika bukan “lebih dari sedih”. Kaget, kecewa, atau apalah namanya saya juga ga tahu. Satu hal yang pasti saya belum siap menerima kehilangan.

Ada teman yang bilang, “orang baik kayak kita gini bisa jadi goblok klo di goblok2in sama cinta!”. Saya rasa itu benar, karena dari dulu saya mencintai tanpa syarat dan tanpa batas kendala apapun. Lalu dimana salahnya?

Salahnya adalah kita kadang tidak mempertimbangkan resiko yang ada. Kita sudah menuntun ke jalan yang benar tapi tetap yang dituntun ke jalan yang salah, kita sudah berhati-hati dalam menyetir tapi masih tertabrak juga. Memuat semuanya yang diharapkan manusia, memangnya saya ini nabi yang sempurna??

Jatuh bangun mempertahankan ini, dari keringat, darah, air mata yang jatuh ke tanah. Dan sayangnya itu tidaklah cukup dan yang telah berjuang itu hanya di bilang “membosankan”.

Apa yang ada sekarang sudah jadi bubur belaka, dia yang saya harapkan ternyata sudah berubah, tidak ada hasrat, tidak ada cinta, katanya jenuh karena saya diam, katanya bosan karena tidak mendengarkan.

Sekarang saya pun tidak tahu harus berbuat apa? Apa yang telah saya lakukan untuk itu, ternyata hanya sementara dimatamu.

 

Berlarilah sesukamu, berlarilah.

Bermainlah sesenangmu, bermainlah.

 

Terakhir saya sampaikan, harapan itu masih ada…

 

Cried all night ’til there was nothin’ more

What use am I as a heap on the floor?

Human Devotion but its just no good

taking it hard just like you know i would

_She and Him – Sentimental Heart_

Written by sabdaberkata

November 21, 2011 at 12:28 PM

Posted in Uncategorized

mereka

with 2 comments

Saat yg sama sudah tidak lagi sama. Mereka yg seharusnya dirumah. Sekarang sudah pindah. Untuk sementara saja. Tp tetap saja aku rindu mereka yg tertawa menemani anak-anaknya menonton tv di minggu pagi.

Mereka tidak butuh apa-apa, kadang hanya doa dan ucapan “yang sabar ya” tiap kali ada kawan atau saudara yang menjenguk. Sesekali mereka tersenyum.
Tersenyum simpul.

Aku hanya perantara saja. Saat mereka butuh sarapan pagi atau hanya sekedar menebus resep dokter yang kadang diberi jam 10 malam. Aku hanya bisa itu.

Kadang dirasa capek sekali hingga untuk mengeluh saja pun susah. Meminta pun segan. Tapi melihat mereka yang semangat ingin sembuh dan mereka yang setia saling mengusap meski yang satu hanya bisa terbaring. Aku pun terus semangat.

Terimakasih untuk mereka yang mengajarkan arti hidup, arti kesetiaan dan kesederhanaan yang tidak mengenal waktu.

Mereka adalah Ayah dan Ibu..

 

*ditulis di hari ke-4 di ruang ICU RS. Dharmais

Written by sabdaberkata

September 20, 2011 at 9:22 AM

Posted in Uncategorized

awal mula percakapan

leave a comment »

Thor…

Written by sabdaberkata

August 8, 2011 at 12:59 PM

Posted in Uncategorized

Genggaman

leave a comment »

Apapun itu yang menjadi landasan atas nama cinta. Entah mengucapkan kata “belajar” atau berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. Semua hal itu membuat sebuah pengharapan. Pengharapan yang besar.

Apapun itu namanya atas dasar cinta, seharusnya kesalahan yang sama tidak boleh diulangi lagi. Perihal kesalahan yang dulunya membuat kita, iya kita menjadi tidak berhubungan lagi.

Kalau dirasa untuk memberitahu saja sulit, membuat hatiku membuat nyaman pun juga susah, maka aku harus berharap kepada siapa? Ini untuk kesekian kali kamu tidak ada kabar sayangku? Kesekian kali. Dan aku muak bukan kepalang. Dimana usahamu untuk memperbaiki itu? Jenggah.

Sudah seminggu ini kepalaku di penuhi sesak dengan berbagai masalah yang tidak kunjung selesai. Entah dengan keluarga yang sakit, atau diriku yang juga sakit. Hanya saja, aku tidak pantas mengeluhkan itu. Lalu aku harus bercerita kesiapa?

Semua tuntutan datang karena ada harapan. Harapan akan kita yang masi muda ini untuk belajar. Belajar memaknai sebuah hubungan. Menghargai aku, menghargai kamu dan menghargai waktu. Waktu yang selalu berdetak ke kanan dan tidak pernah ke kiri.

Tidak perlu kamu bersedih hati, karena aku rasa kamu memang tidak akan pernah bersedih apabila saya marah. Emosi pun masi dibalas dengan emosi lagi yang tidak akan pernah habis dan selesai. Hingga mati.

Jadi lebih baik diam agar cinta ini bertahan daripada marah tapi dirimu lepas dalam genggaman?

Lalu apa kamu pantas untuk selalu dalam genggaman?

Written by sabdaberkata

August 7, 2011 at 8:50 PM

Posted in Uncategorized