hanya berkata tapi tidak berbicara

it's not a story teller, it's a good listener

Juna

with 3 comments

Ada yang bilang bahwa seorang laki-laki diberikan surga di dunia lewat istri dan anaknya. Ada yang bilang juga bahwa seorang laki-laki telah melengkapi kehidupannya dengan menjadi seorang ayah.

Saat itu hari sabtu malam, calon ayah itu mengantar calon ibu ke rumah sakit dengan hati yang cemas. Mengumpulkan baju-baju yang amat kecil, bedong, mempersiapkan administrasi dan tak lupa membawa doa. Sesampailah dia di rumah sakit, entah mengapa untuk parkir mobil yang sudah jutaan kali dibawanya ini menjadi susah dan lama, grogi nampaknya. calon ibu itu bergegas menuju kamarnya, kamar yang cukup besar walau tak cukup besar menampung semua kegelisahan dan kekhawatiran ini.

Sang calon ibu dan calon ayah kemudian tidur bersama di atas 1 kasur, berpikiran dan merawang, mungkin ini kali terakhir mereka akan tidur berdua saja, besok sudah ada makhluk mungil yang akan terselip diantara kehidupan mereka berdua. membayangkannya saja mereka sudah senang bukan kepalang.

Pagi jam 07.00, dengan bauntuan kursi roda si calon ibu itu masuk ruang operasi yang tidak jauh dari kamarnya. Sang calon ayah hanya bisa menunggu dari luar tanpa ada jendela untuk mengintip kedalam tanpa ada kunci untuk membuka pintu ruang operasi secepatnya.

16 November 07.28 minggu pagi si calon ayah telah menjadi ayah…

Dibukanya pintu operasi itu dan dokter memanggil si ayah. Oh ternyata kamu sudah ada disini. Ditempat kamu seharusnya berada, di tengah ayah dan mommy. Kamu meraung-raung dan ayah juga meraung, meraung kegirangan. Kakimu kecil sekali, tapi ayah berharap kamu bisa melangkah lebih besar, tanganmu kecil sekali tapi mommy berharap selau bisa mengandengnya dengan erat kemanapun juga. Adzan segera dikumandangkan di telingamu tapi suara ini tidak bisa keluar dengan lantang karena bercampur dengan haru dan tangis bahagia, sungguh sudah lama ayah tidak sesendu ini

Pangeran kecil itu bernama Keenan Arjuna Wijaya. Ayah dan mommy berharap kamu menjadi anak yang tampan, berpikiran tajam dan selalu dinaungi kemenangan.

Sebentar lagi umurmu akan satu bulan, lalu 2 bulan, lalu setahun, 5 tahun, 10 tahun, 20 tahun, dan akhirnya nanti akan menjadi seperti Ayah, kamu akan menjalani hari-hari sekarang dengan bahagia dan semoga selalu bahagia. Meski ayah dan mommy belum tahu kalau kamu mau jadi apa, yang penting kamu bisa membuat kami bahagia.

Kami tau, kalau kamu adalah amanah. Dari awalnya hanya ada berdua ayah dan mommy sampai nanti kembali lagi hanya tinggal ayah dan mommy. Doakan kami berdua ya nak agar bisa selalu membesarkan dengan penuh harapan dan kasih sayang, doakan kami ya nak agar kami selalu sehat dan bisa memberimu segala yang berkecukupan.

juna

Sayangmu selalu dari ayah dan mommy

Written by sabdaberkata

December 10, 2014 at 3:23 PM

Posted in Uncategorized

Iron Lady

leave a comment »

Sudah lama juga kita tidak jumpa

Banyak hal yang berubah, dalam hampir 2 tahun belakangan ini. Ada yang baru dan ada yang hilang, ada yang tumbuh, ada yang gugur.

Ada yang bilang dunia ini sebenarnya adalah kosong, apabila 1 muncul baru maka 1 akan dihilangkan. Saya muncul sebagai pria yang sudah beristri yang cantik jelita dan sisanya akan terus menjadi sejarah kebahagiaan. Namun kurang lebih sebulan dari itu kami ditinggalkan oleh seseorang yang sejak saya pipis dicelana hingga saya mengucapkan ijab qabul di mesjid dia selalu ada. Tapi sekarang sudah gugur menuju kehidupan yang lebih indah disana.

Saya ingat waktu kecil dia selalu ada di saat mama dan papa pergi bekerja berusaha mencari uang untuk membelikan mainan untuk saya, ssaya ingat dia yang selalu rajin menemani menonton tayangan sepakbola walau dia tidak tahu siapa tim yang bertanding dan saya ingat persis bagaimana saya setelah bermain layangan, benang layangan saya kusut bukan kepalang  dan dengan ajaibnya benang itu sudah dia luruskan kembali seperti sedia kala.

Dia mengajarkan saya banyak kesabaran.

Dia tidak pernah mengeluh bahwa dia sakit, bahkan sesaat mengantarkan eyang kakung pergi mendahului untuk selamanya, dia hanya duduk terdiam dan menyakini bahwa kekasih jiwanya yang telah mendampinginya sampai akhir hayatnya akan tenang di sana. Bahkan sempat dalam waktu yang cukup lama dia memberanikan diri untuk tinggal sendirian di rumahnya sampai suatu ketika seorang tetangga mengedor pintu rumah kami dan memberitahu bawah dia sedang sakit. Saya berlari. Di hadapan saya dia duduk di depan gerbang, hanya duduk tidak masuk. Dikatakannya badannya lemas. Saya gendong dia seperti permaisuri dan saya sadari beratnya mungkin hanya setengah dari berat saya.

Banyak angan dan kenangan yang timbul, dan banyak cerita yang bisa di tawarkan, namun yang saya tahu dia salah satu wanita yang tidak pernah ingin merepotkan banyak orang, seseorang yang saya kagumi untuk jangka waktu yang lama.

Selamat jalan eyang putri, mungkin tidak ada lagi orang yang bisa saya salami sebelum berangkat kerja namun saya ingat ucapan terakhirmu sebelum engkau dirawat,  “hati-hati ya da, dan semoga selalu sukses”

🙂 

Written by sabdaberkata

November 23, 2013 at 11:54 AM

Posted in Uncategorized

20.11.2011

leave a comment »

Beribu-ribu penjelasan kadang tidak bisa membuat nalar manusia menerima, karena manusia juga punya hati. Apapun itu yang terjadi terima saja, meskipun kadang kita tidak bisa menerima.

Sedih juga bukan masalah, bahkan tidak ada kata yang lebih tepat jika bukan “lebih dari sedih”. Kaget, kecewa, atau apalah namanya saya juga ga tahu. Satu hal yang pasti saya belum siap menerima kehilangan.

Ada teman yang bilang, “orang baik kayak kita gini bisa jadi goblok klo di goblok2in sama cinta!”. Saya rasa itu benar, karena dari dulu saya mencintai tanpa syarat dan tanpa batas kendala apapun. Lalu dimana salahnya?

Salahnya adalah kita kadang tidak mempertimbangkan resiko yang ada. Kita sudah menuntun ke jalan yang benar tapi tetap yang dituntun ke jalan yang salah, kita sudah berhati-hati dalam menyetir tapi masih tertabrak juga. Memuat semuanya yang diharapkan manusia, memangnya saya ini nabi yang sempurna??

Jatuh bangun mempertahankan ini, dari keringat, darah, air mata yang jatuh ke tanah. Dan sayangnya itu tidaklah cukup dan yang telah berjuang itu hanya di bilang “membosankan”.

Apa yang ada sekarang sudah jadi bubur belaka, dia yang saya harapkan ternyata sudah berubah, tidak ada hasrat, tidak ada cinta, katanya jenuh karena saya diam, katanya bosan karena tidak mendengarkan.

Sekarang saya pun tidak tahu harus berbuat apa? Apa yang telah saya lakukan untuk itu, ternyata hanya sementara dimatamu.

 

Berlarilah sesukamu, berlarilah.

Bermainlah sesenangmu, bermainlah.

 

Terakhir saya sampaikan, harapan itu masih ada…

 

Cried all night ’til there was nothin’ more

What use am I as a heap on the floor?

Human Devotion but its just no good

taking it hard just like you know i would

_She and Him – Sentimental Heart_

Written by sabdaberkata

November 21, 2011 at 12:28 PM

Posted in Uncategorized

mereka

with 2 comments

Saat yg sama sudah tidak lagi sama. Mereka yg seharusnya dirumah. Sekarang sudah pindah. Untuk sementara saja. Tp tetap saja aku rindu mereka yg tertawa menemani anak-anaknya menonton tv di minggu pagi.

Mereka tidak butuh apa-apa, kadang hanya doa dan ucapan “yang sabar ya” tiap kali ada kawan atau saudara yang menjenguk. Sesekali mereka tersenyum.
Tersenyum simpul.

Aku hanya perantara saja. Saat mereka butuh sarapan pagi atau hanya sekedar menebus resep dokter yang kadang diberi jam 10 malam. Aku hanya bisa itu.

Kadang dirasa capek sekali hingga untuk mengeluh saja pun susah. Meminta pun segan. Tapi melihat mereka yang semangat ingin sembuh dan mereka yang setia saling mengusap meski yang satu hanya bisa terbaring. Aku pun terus semangat.

Terimakasih untuk mereka yang mengajarkan arti hidup, arti kesetiaan dan kesederhanaan yang tidak mengenal waktu.

Mereka adalah Ayah dan Ibu..

 

*ditulis di hari ke-4 di ruang ICU RS. Dharmais

Written by sabdaberkata

September 20, 2011 at 9:22 AM

Posted in Uncategorized

awal mula percakapan

leave a comment »

Thor…

Written by sabdaberkata

August 8, 2011 at 12:59 PM

Posted in Uncategorized

Genggaman

leave a comment »

Apapun itu yang menjadi landasan atas nama cinta. Entah mengucapkan kata “belajar” atau berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. Semua hal itu membuat sebuah pengharapan. Pengharapan yang besar.

Apapun itu namanya atas dasar cinta, seharusnya kesalahan yang sama tidak boleh diulangi lagi. Perihal kesalahan yang dulunya membuat kita, iya kita menjadi tidak berhubungan lagi.

Kalau dirasa untuk memberitahu saja sulit, membuat hatiku membuat nyaman pun juga susah, maka aku harus berharap kepada siapa? Ini untuk kesekian kali kamu tidak ada kabar sayangku? Kesekian kali. Dan aku muak bukan kepalang. Dimana usahamu untuk memperbaiki itu? Jenggah.

Sudah seminggu ini kepalaku di penuhi sesak dengan berbagai masalah yang tidak kunjung selesai. Entah dengan keluarga yang sakit, atau diriku yang juga sakit. Hanya saja, aku tidak pantas mengeluhkan itu. Lalu aku harus bercerita kesiapa?

Semua tuntutan datang karena ada harapan. Harapan akan kita yang masi muda ini untuk belajar. Belajar memaknai sebuah hubungan. Menghargai aku, menghargai kamu dan menghargai waktu. Waktu yang selalu berdetak ke kanan dan tidak pernah ke kiri.

Tidak perlu kamu bersedih hati, karena aku rasa kamu memang tidak akan pernah bersedih apabila saya marah. Emosi pun masi dibalas dengan emosi lagi yang tidak akan pernah habis dan selesai. Hingga mati.

Jadi lebih baik diam agar cinta ini bertahan daripada marah tapi dirimu lepas dalam genggaman?

Lalu apa kamu pantas untuk selalu dalam genggaman?

Written by sabdaberkata

August 7, 2011 at 8:50 PM

Posted in Uncategorized

sedih itu adalah..

leave a comment »

Sedih itu adalah saat kamu belajar untuk menyelamatkan tapi tidak bisa apa-apa

Sedih itu adalah saat dia membutuhkanmu tapi kamu tidak ada disana

Sedih itu adalah saat kamu berusaha, tapi tidak kunjung selesai dan tak berujung

Sedih itu adalah saat kamu tahu, tapi tidak ada yang pernah memberi tahumu

Sedih itu adalah harapan yang berlebihan

Saat harus melepasmu, saat harus meninggalkanmu entah apa yang terbayang. Bahkan suara ramai pun tak bisa menyelamatkan.

Tatapan kosong menerawang, tangan mengadah ke atas, hanya bisa berdoa.

Berdoa agar kamu selalu baik-baik saja…

Written by sabdaberkata

July 6, 2011 at 10:55 AM

Posted in Uncategorized